Archive for July, 2005

Situlembang tahun 50-an

Sunday, July 24th, 2005

Sejak tahun ‘50-an, Situlembang di kawasan Menteng itu memang udah jadi tempat nongkrong. Bedanya, dulu kawasan itu lebih rindang daripada sekarang. Saking rindangnya, dahan2 pohon sampai menyentuh air danau. Belum banyak pedagang kaki lima yang mangkal seperti sekarang, paling2 hanya satu-dua pedagang bakso pikulan yang jualan. Jaman dulu di situlembang, orang2 sekitar Menteng sering liat pertunjukan Pak Kasur sama anak2 murid dari sekolah2 TK disekitar situ. Nggak jarang juga grup lawak (alm) Ateng cs tampil disana, sewaktu beliau baru berkiprah didunia lawak. Yang masih belum berubah sampai sekarang hanyalah aktifitas pemancingan.

Dalam penantian

Friday, July 15th, 2005

Hari ini emang luar biasa. G berangkat dari pondok bambu jam 5 sore mau ke kantor majalah Motor di daerah kebon jeruk. Sampe Karet hujan deras, macet pula. Jalanan banjir, dimana2 macet gak karuan. Sampe kebon jeruk jam 8.15 malem. Bayangin 3 jam lebih. Teman2 di kantor juga pada kena macet diberbagai tempat. Kayanya emang bukan g doang yang apes. Jam 12 malem, g masih dikantor mau pulang, tiba2 liat berita di TV, Jakarta masih macet total. Gak lama ada teman yang baru sampe kantor dan nyaranin mendingan nginep aja dikantor. Sekarang g nulis blog ini jam 1.45 dini hari, masih dikantor dan kemacetan diluar belum juga cair. Apa g harus nginep di kantor? waduh padahal besok pagi ada acara dan g udah mulai ngantuk berat. Tampaknya g harus bersabar dalam penantian…

Trem di Batavia

Saturday, July 9th, 2005

Tau gak kalo sejak tahun 1869 Batavia pernah punya trem? kaya di negara2 Eropa gitu. Pertama-tama trem yang ditarik kuda. Rute nya mulai dari Kwitang sampai Pasar Ikan di daerah Jakarta Kota. Tapi disaat Batavia butuh sarana transportasi yg lebih cepat, pada tahun 1881 muncul trem uap yg lambat laun menggantikan posisi trem kuda. Trem uap ini dijalankan oleh perusahaan NITM (NederlaNitmbatavia_1ndsch Indische Tramweg Maatschappij).
Trem uap ini konon cukup unik, lokomotifnya bukan dijalankan oleh mesin uap, tapi memakai ketel uap bertekanan yg ditempatkan dalam sebuah kaleng besar. Jadi setiap 1 rit, trem ini harus kembali ke pangkalannya cuma untuk ngisi uap kalengan lagi. Rute trem uap ini lebih jauh daripada trem kuda. Jakarta Kota (pasar ikan / Kleine Boom) ke Harmonie, lalu dari Harmonie ke Kramat (ngelewatin pasar baru dan lapangan banteng), lalu dari Kramat sampai Jatinegara/Meester Cornelis (ngelewatin Jl. Salemba-Matraman).
Kehadiran trem uap ini disambut hangat oleh masyarakat Batavia karena dianggap sebagai sarana angkutan yg modern, lebih cepat dan lebih nyaman. Meskipun pada kenyataannnya banyak juga kecelakaan yg ditimbulkan oleh trem ini. Paling sering adalah trem menabrak pejalan kaki. Selain itu suara trem uap ini juga terlalu berisik sehingga mengganggu ketentraman warga.
Tahun 1901 mulai diperkenalkan trem listrik di Batavia. Muncul juga oplet dan kendaraan lain yg lebih cepat. Meskipun mulai kalah pamor, trem uap masih bertahan menyusuri jalan Batavia sampai tahun 1933. Itu juga karena pemerintah melarang trem uap dan seluruh jaringan trem di Batavia sudah dilistrikkan.