Trem di Batavia

July 9th, 2005 by andiarsi

Tau gak kalo sejak tahun 1869 Batavia pernah punya trem? kaya di negara2 Eropa gitu. Pertama-tama trem yang ditarik kuda. Rute nya mulai dari Kwitang sampai Pasar Ikan di daerah Jakarta Kota. Tapi disaat Batavia butuh sarana transportasi yg lebih cepat, pada tahun 1881 muncul trem uap yg lambat laun menggantikan posisi trem kuda. Trem uap ini dijalankan oleh perusahaan NITM (NederlaNitmbatavia_1ndsch Indische Tramweg Maatschappij).
Trem uap ini konon cukup unik, lokomotifnya bukan dijalankan oleh mesin uap, tapi memakai ketel uap bertekanan yg ditempatkan dalam sebuah kaleng besar. Jadi setiap 1 rit, trem ini harus kembali ke pangkalannya cuma untuk ngisi uap kalengan lagi. Rute trem uap ini lebih jauh daripada trem kuda. Jakarta Kota (pasar ikan / Kleine Boom) ke Harmonie, lalu dari Harmonie ke Kramat (ngelewatin pasar baru dan lapangan banteng), lalu dari Kramat sampai Jatinegara/Meester Cornelis (ngelewatin Jl. Salemba-Matraman).
Kehadiran trem uap ini disambut hangat oleh masyarakat Batavia karena dianggap sebagai sarana angkutan yg modern, lebih cepat dan lebih nyaman. Meskipun pada kenyataannnya banyak juga kecelakaan yg ditimbulkan oleh trem ini. Paling sering adalah trem menabrak pejalan kaki. Selain itu suara trem uap ini juga terlalu berisik sehingga mengganggu ketentraman warga.
Tahun 1901 mulai diperkenalkan trem listrik di Batavia. Muncul juga oplet dan kendaraan lain yg lebih cepat. Meskipun mulai kalah pamor, trem uap masih bertahan menyusuri jalan Batavia sampai tahun 1933. Itu juga karena pemerintah melarang trem uap dan seluruh jaringan trem di Batavia sudah dilistrikkan.

Pasar Gambir

June 22nd, 2005 by andiarsi

Jauh sebelum ada Pekan Raya Jakarta (PRJ) diadakan dlm rangka memperingati ulang tahun kota Jakarta, acara pasar malam kaya gini udah ada sejak jaman Belanda dulu loh. Meskipun dulu lebih sederhana, tapi lumayan jadi favorit warga Batavia (Jakarta) jaman itu. Lokasinya ada disekitar silang monas (jauh sebelum tugu monas dibangun). Namanya Pasar Gambir. Bedanya, dulu pasar gambir diadakan dlm rangka memperingati penobatan ratu Belanda Wilhelmina. Karena jaman itu masih dlm jajahan Belanda, maka saat itu di Batavia diadakan pesta/keramaian. Pasar Gambir pertama dibuka 31 Agustus 1898 dan diadakan setiap tahun pada akhir bulan Agustus dan cuma berlangsung selama seminggu.
Seperti layaknya pasar malam, ada juga tontonan panggung musik, komedi putar dan aneka makanan (kerak telor pastinya). Tapi sayangnya kegiatan Pasar Gambir ini terpaksa berakhir tahun 1942 pada masa penjajahan Jepang.

Fu yung hai

June 16th, 2005 by andiarsi

Tiba2 gue kepengen bisa masak. Terus gue komporin Prima biar kita belajar masak, eee.. ternyata Prima mau, yaudah setelah kita belanja peralatan masak di C4, besoknya gue kebagian tugas pilih menu yg mau dipraktekin. Setelah buka2 koleksi menu masakan Nyokap, akhirnya gue pilih FuYung Hai. Kenapa FuYung Hai? karena penampilannya bikin gue ngiler, bahan2nya gak banyak, dan gue yakin gue bisa bikin.
Hari yg ditunggu2 datang juga. Gue datang ke rumah Prima lengkap dengan resep pilihan gue. Setelah presentasi dulu sama Prima dan sedikit berdebat tentang menu, akhirnya fuyung hai pilihan gue yg dipilih. (ini kok kaya pilkada aja sih). Langkah berikutnya belanja bahan2 di supermarket. Sempet keder juga mana yg namanya bawang putih sama bawang bombay atau kol sama kembang kol. Akhirnya kita jadi rajin nanya sama ibu2 yg kebetulan ada disitu, "bu, lada sama merica apa bedanya ya bu?" atau "permisi bu, tepung maizena sama tepung terigu apa bedanya?" atau "bu, kol yg bagus yg kaya gimana sih bu?" hahahaha…
Setelah belanja, proses memasak dimulai. Pertama2 bawang putih, bombai, kol dan wortel diiris kecil2 terus ditumis sampe wangi. Terus telur 4 butir, tepung terigu dikocok, digoreng terus dicampur sama hasil tumisan tadi. Woooww… bau nya harum banget bro. Setelah bikin saus-nya, jadi juga deh fuyung hai perdana bikinan kita.
Berhubung udah lapar, langsung aja kita cobain. 3 sendok pertama rasanya enak, tapi sendok ke-4 dst, mulai berasa aneh, asin banget. Tapi cuek lah… dimakan dulu aja, ntar kita analisa belakangan. Setelah dianalisa ternyata ada beberapa kesalahan. Tepung bumbu-nya kita salah pilih, garam kebanyakan sama bawang putihnya salah takaran. Lha wong diresepnya 1 siung bawang putih, kita malah 1 bonggol bawang putih, hahahah.. padahal 1 bonggol itu ada 10 siung.
Seminggu kemudian kita praktek fuyunghai lagi. Kali ini belajar dari kesalahan kemarin. Tapi tetep aja keasinan. Heran deh… kenapa ya? padahal takaran garam udah kita kurangin lho. Jadi tambah penasaran..

Keracunan

June 16th, 2005 by andiarsi

Gile bener… Gue baru sadar kalo ternyata Happy Meal Toys (HMT) itu lucu banget. Ini semua gara2 si Akbar yg ngeracunin gue. Waktu itu di McD Bintaro kebetulan ada sale HMT, harganya 8rb. Yg dijual stok HMT lama yg belum laku. Waktu itu dia ngambil Antz, ada juga Nemo, Toy story sama Monster Inc. Gue liat Antz-nya dia kok bagus, ya udah deh akhirnya gue ikutan ngambil juga. Pas nyame di rumah, gue jd kepingin ngambil sisanya yg di McD tadi. Damn.. ternyata racun HMT udah mulai meresap ke tubuh gue.
Mulai saat itu gue jadi rajin datengin McD. Tiap lewat McD gue usahain untuk mampir cuma sekedar liat sale HMT. Lumayan lah dalam waktu 1 minggu koleksi HMT gue nambah drastis. Gue jg rajin nyari2 HMT punya adik gue, bongkar2 gudang, berdebu2, hahahaha…
Yang bikin gue ngiler (atau bikin gue semangat ya?) di beberapa McD ada yang sengaja nge-display koleksi HMT. Ada seri Snoopy, Dalmatian, Alladin, Incredibles, dll komplit. Alamaaaakk pusing kepala… (tapi asik..:D)
Gue juga liat buku tentang koleksi HMT diKinokuniya, ternyata HMT itu punya value yg lumayan, apalagi HMT edisi tua dan ada juga yg limited edition, cuma dijual di negara tertentu, dsb. Yg terpenting, koleksi HMT juga bisa buat investasi lho…